Postingan

Ayo Blak-blakan #1

Seseorang pernah bilang kepadaku, pemerintah itu buang-buang uang aja dengan memblokir situs-situs porno. Orang-orang tetap akan bisa mengakses film porno dengan beberapa trik. Harusnya pemerintah itu lebih banyak memberikan alokasi dana ke sex education yang baik kepada seluruh masyarakat Indonesia. Biar gimana gitu loh, orang-orang lebih cerdas dalam mengontrol dorongan seksualnya. Gak asalan, tapi pakai otak, Harusnya juga orang tua dan sekolah bisa memberikan penjelasan yang cukup baik kepada anak-anak, biar mereka lebih berpikir panjang dalam melakukan sebuah tindakan dan juga gak sembunyi-sembunyi mencari tahu dan mengeksplor sendiri.

Aku juga heran, kenapa sih di Indonesia seks itu masih menjadi hal yang tabu untuk diskusikan. Dan orang-orang ga bebas berbicara ini di tempat umum. Hmm, ayolah, ya.. seks itu bukan melulu hal yang jorok. Justru ketika kamu memilki prinsip yang didasari dengan ilmu yang logis, tanpa agama pun, kamu bisa kok bertindak baik dan benar dalam mengontro…

Kisah yang lain

Gambar
Kalian pernah gak sih, baru bertemu dengan seseorang dan rasanya kalian sudah saling kenal sejak lama? Pertama kali bertemu, tapi kalian sudah memutuskan untuk saling percaya dan membeberkan juga membahas hal-hal yang (tidak biasa dan harusnya) dibahas bersama orang asing? Kalian tau, kalian sangat berbeda, dibesarkan dengan lingkungan, latar belakang, bahkan kepercayaan yang berbeda dengan orang tersebut. Satu-satunya kesamaan yang kalian punya adalah, kalian sama-sama suka membaca dan berdiskusi sesuatu yang menarik dan berat. Bahasan yang tidak semua orang menyukainya.

***
Tentang angkringan, pasar kembang, malioboro dan dia.

Obrolan berat tentang tuhan, psikologi, konstruk sosial, pernikahan, filsafat, sejarah, mendidik anak, masa depan, akademik sampai seks.


Dia yang baru ku kenal dan menunjukkanku dunia lokalisasi, memasuki gang sempit yang dijaga oleh preman-preman yang meminta uang.. lalu sepanjang jalan untuk pertama kalinya diriku terperanjat melihat perempuan-perempuan yan…
Gambar
Rasa percaya terhadap kebaikan orang itu, masukkan ke dalam peti di hatimu. Kunci dengan rapat. Lalu buang kuncinya ke laut. Jadi kau tak akan dapat menemukan lagi: rasa percaya itu.

Dulu aku pernah mendapat nasihat ini, dan mengabaikannya.



Detik ini. Aku memilih untuk mengikuti nasihat lama itu.

Kuncinya sudah kubuang.
Sudah hilang.
Rasa percaya, ah omong kosong.

Benar ya,
luka itu bisa membuat seseorang bisa sangat berubah.
Bisa dengan membuat seseora menjadi sangat sensitif,
atau yang menjadi seseorang yang tidak sensitif sama kali.




Sleman, 1 November 2017
I'm not suffering, i'm strugling.
Gi .

Mahasiswa Psikologi Undercover

Gambar
Kemarin sore ada yang nge-Line aku begini :

"Gio. Boleh minta sedikit "saran" darimu? Hmm.. Aku gak tau sih, ini bisa disebut saran atau gak."
Lalu masuklah sebuah pertanyaan, yang membuatku terkaget-kaget. Kenapa kaget? Ya kaget, karena belakangan terakhir aku juga sedang mempertanyakan hal tersebut dan sebenarnya juga butuh penguatan untuk hal ini. Tiba-tiba datang seseorang yang bingung, dan mempercayaiku untuk membantunya.
Setelah berpikir beberapa lama, akhirnya aku menjawabnya begini :
"Karena itu jawabannya bisa sangat panjang, dan untuk hal begini kita perlu bertatap muka biar gak ada kesalahpahaman. Kalo kita ketemuan aja gimana?"
Dan ternyata orang tersebut memang berniat mengajakku untuk bertemu karena dia juga punya banyak hal yang ingin diceritakan (baca: curhat) kepadaku. Jadi akhirnya kami membuat kesepakatan untuk bertemu di kampus.
***
Hmm, beberapa minggu yang lalu juga tiba-tiba ada yang nge-Line dan meminta izin ingin menelponku saat …

Imaji

Percakapan 1

A : "Aku memang aneh"
B : "Tidak kamu tidak aneh"
A : "Aneh. Sejak dulu orang-orang sudah mengatakan bahwa aku aneh"
B : "Gak, kamu gak aneh. Kamu itu spesial!"
A : "....."

Percakapan 2

A : "Kamu kan spesial"
B : "Eh, itu kan kalimatku untukmu"
A : "Ya, aku memang mencuri kalimatmu. Tapi kamu memang spesial"
B : "Gak mau. Aku mau biasa aja."
A : "Hmm.. Jadi ingat sebuah kisah di Kitab matsnawi yang ditulis jalaludin rumi....."
B : "Apa?"
A : "Suatu hari raja bertemu layla lalu berkata, 'kamukah yang bernama layla dan membuat majnun hilang akal? ternyata kamu tidak lebih cantik dari perempuan lain' "
B : "hmm..."
A : "Lalu layla berkata, 'diamlah! karena kamu bukan majnun' "
B : "......"
A : "Jadi kalau tadi kamu mau bilang, kamu mau biasa aja maka akan aku jawab 'Diamlah! Karena kau bukan aku!"

Katarsis: Marah-Marah.

Kalian pernah ga sih rasanya pengen teriak-teriak di depan orang yang lagi bikin kesel? Bukan. Tak perlu teriakan bermakna, cukup satu huruf vokal seperti "AAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!". Pokoknya kalian ga pingin berhenti teriak, sampai suara kalian habis... pokoknya cuma pingin teriak. Gitu doang. Titik.

Belakangan ini, aku sedang berada di kondisi atau titik pingin gitu ke orang. Tapi ya, aku mana mungkin benar-benar melakukan itu. Tahap paling marah yang bisa aku lakukan kepada seseorang adalah dengan mengabaikannya. Menganggapnya tak ada. Jadi ketika dia mengajakku berbicara, aku akan berlagak untuk tidak pura-pura mendengar, tidak menatap matanya, melewatinya tanpa menyapanya ketika mata kami tak sengaja bertemu. Dan itu sungguh akan membuat orang itu sadar, bahwa aku sedang marah kepadanya, karena itu sangat kontras dengan diriku yang biasa.



Tapi kemudian aku tersadar......



Semarah-marah aku kepada seseorang, rasa "ga tega" itu selalu mampu mengalahkan rasa marahku.…

Kurang-kurangin Main Sosmednya, Banyakin Baca Bukunya

Tentang bahagia yang memang hanya dapat dipahami oleh beberapa orang saja: membaca buku.

Saya selalu suka membaca buku, sejak pertama kali bisa mengeja. Kesukaan saya itu ditularkan oleh tante-tante saya (adik kandung ibu saya yang saat itu sedang di usia smp-kuliah) yg sejak kecil bergantian merawat saya setiap kali saya main ke rumah oma. Karena saat itu saya tidak punya teman sebaya di rumah oma (saya cucu tertua btw), saya kerap kali cemburu jika tante-tante saya asik membaca buku dan mengabaikan saya yang saat itu cuma bisa bermain sendiri.

Saat itu buku-buku yang dibaca tante saya beragam mulai dari komik-komik, sampai novel terjemahan klasik mulai dari genre romance sampai thriller dan detektif. Saya sering kali merengek minta dibacakan buku, sampai akhirnya saya dibelikan ibu saya buku cerita anak-anak dan majalah bobo. Akhirnya saya pun belajar mengeja, dan ada perasaan bangga ketika para tante membaca, saya ikut-ikutan membuka buku saya sendiri besar-besar dan ikut berlagak …